Seruit
gambar1.1 Makanan Khas Lampung Seruit
Seruit adalah makanan yang bisa
dinikmati bersama-sama, saat masyarakat Lampung berkumpul dalam acara
pernikahan, acara adat, atau acara keagamaan. Bagi Lampung Pepadun,
seruit adalah makanan pokok. Namun, kebiasaan makan seruit tidak
dimiliki oleh semua masyarakat adat. Hanya dilakukan secara turun
termurun bagi beberapa masyarakat.
Seruit merupakan masakan ikan yang
digoreng atau dibakar dan dicampur sambal terasi, tempoyak, atau mangga.
Jenis ikan adalah ikan sungai besar, seperti belide, baung, layis, dan
lain-lain, serta ditambah lalapan.
Di Lampung, salah satu rumah makan
yang menyediakan menu seruit adalah Rumah Makan Rusdi Gendut, yang
terletak di Jalan Pangeran Tirtayasa Sukabumi, Bandar Lampung. Rumah
makan milik Rusdi ini adalah rumah makan yang berdiri pada Januari 2010.
Karena di Lampung sangat jarang rumah makan yang menjual makanan khas
Lampung, Rusdi pun berusaha untuk memulainya. Ia ingin melestarikan
tradisi makan seruit.
Untuk membuat seruit, ada beberapa
tahap yang harus dilakukan. Pertama, ikan yang sudah disediakan terlebih
dahulu dibumbui dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Bumbunya berupa
bawang putih, garam, kunyit, dan jahe. Setelah itu, ikan pun dibakar
selama sepuluh menit. Saat sudah setengah matang, ikan diolesi dengan
kecap manis dan campuran bumbu dari bawang putih, garam, dan ketumbar.
Sementara, sambal untuk campuran seruit adalah cabai merah, cabai kecil,
garam, micin, rampai, dan terasi baker. Bahan sambal ini lalu ditumbuk
hingga halus.
Setelah semua selesai, seruit siap
disantap dengan nasi panas dengan tambahan tempoyak dan lalapan seperti
daun kemangi, terong bakar, jambu monyet, dan jengkol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar